KH Maimoen Zubair dan KH A Mustofa Bisri. Dok. NU Online
KH Maimoen Zubair dan KH A Mustofa Bisri. Dok. NU Online

Di tengah peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2018 lalu, sesepuh Pondok Pesantren Raudhatut Thalibin Leteh, Rembang, Jawa Tengah KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) tidak lupa turut mendoakan Mustasyar PBNU KH Maimoen Zubair.

Pasalnya, sesepuh NU yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang itu tepat berusia 90 tahun pada 28 Oktober. Mbah Maimoen lahir pada 28 Oktober 1928.

“Setahuku, di kalangan pesantren, tidak ada tradisi peringatan dan tahniah HUT atau HBD. Peringatan hari lahir hanya untuk Pemimpin Agung Nabi Muhammad SAW,” ujar Gus Mus dikutip NU Online, Senin (29/10) lewat instagramnya.

Namun menurut Gus Mus, jika soal doa-mendoakan, kiai dan santri saling melengkapi. Sebab hampir setiap kiai mendoakan santrinya, begitu juga sebaliknya.

“Kalau soal mendoakan, hampir setiap saat Kiai mendoakan santrinya dan santri mendoakan kiainya,” jelas kiai yang juga budayawan ini.

Maka, kata Gus Mus, wajar jika jarang yang tahu bahwa hari lahir kiai besar sesepuh dan panutan para santri, KH Maimoen Zubair bertepatan Hari Sumpah Pemuda.

“Beliau lahir 28 Oktober 1928. Semoga Allah memanjangkan umur beliau dalam keadaan sehat wal afiat selalu,” ucap Gus Mus mendoakan Mbah Maimoen.

(Fathoni/NU Online)

Komentari