Munas NU 2017, PBNU, Deradikalisasi, Penguatan Ekonomi Warga, PWNU Jabar, Jawa Barat
Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Mochammad Maksum Machfoedz (kedua dari kanan).

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Mochammad Maksum Machfoedz menilai tema yang diangkat untuk Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar 1 PBNU masa khidmat 2015-2020 November mendatang sudah tepat.

Menurutnya, melalui tema Memperkokoh Nilai Kebangsaan melalui Program Deradikalisasi dan Penguatan Ekonomi Warga ini, NU bisa melakukan dua hal, yaitu deradikalisasi dan penguatan ekonomi. Dua hal itu terlihat sangat berbeda tetapi ternyata sangat dekat.

“Kalau perekonomian warga tidak kuat, gampang sekali untuk jadi radikal, kalau perekonomian kuat, untuk radikal tidak mau,” katanya saat menyampaikan sambutan pada rapat perdana Munas dan Konbes di lantai 8, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (18/7).

Melalui keduanya, NU tidak hanya bisa melakukan deradikalisasi tetapi juga bisa membantu melalui penguatan ekonomi warga.

“Keduanya saling memengaruhi menopang bersama untuk bagaimana memperkokoh kebangsaan,” katanya.

Lebih jauh ia mengamati, isu radikalisasi hari-hari ini semakin menghangat, dan beberapa hal yang nyaris mengarah pada disintegrasi antar-kelompok masyarakat dalam banyak kasus.

“Dan radikalisasi mudah sekali menjadi semakin mengerikan ketika dihadapkan terhadap isu-isu antar-golongan,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, ia sempat mengungkapkan penelitiannya tentang penyebab radikalisasi yang dilakukan di beberapa titik di Indonesia.

“Nyaris semuanya itu tidak ada urusan keagamaan tetapi pemicunya rata-rata persoalan agama,” katanya.

(Husni Sahal/Alhafiz K/NU Online)

Komentari