Siapa orang yang membaca Al-Quran dengan nyaring, akan meringankan siksaan orang tuanya, sekalipun orang tuanya non muslim.

Siapa orang yang menghilangkan kesusahan/kebingungan orang lain dari kesusahan dunia, maka Allah akan menghilangkan kesusahan orang tersebut di dunia dan akhirat.

Jika kita menolong banyak orang maka Allah Swt akan banyak menolong kepada kita.

Salah satu cara untuk dimudahkannya jalan menuju surga, maka harus sering pergi ke tempat-tempat untuk mencari ilmu.

Sabda Nabi, ada 3 golongan yang mengembara di dunia ini. Pertama Al-Quran akan mengembara pada perutnya orang-orang dzolim. Kedua, laki-laki ahli ibadah akan mengembara di hadapan kaum yang jelek akhlaknya. Ketiga, lembaran-lembaran Al-Quran (mushaf) akan mengembara di rumah-rumah orang yang tidak pernah membaca Al-Quran.

Siapa orang membaca Al-Quran diwaktu sholat dengan sholatnya sambil berdiri, setip huruf yang dibaca pahalanya sama dengan 100 kebaikan.

Siapa orang membaca Al-Quran diwaktu sholat dengan sholatnya sambil duduk, setiap huruf yang dinaca pahalanya sama dengan 50 kebaikan.

Siapa orang yang membaca Al-Qur’an di luar sholat, setiap huruf yang dibaca fahalanya sama dengan 10 kebaikan.

Siapa orang yang mendengarkan bacaan Al-Qur’an dengan tujuan semata-mata ingin daoat ridho Allah SWT, pahalanya sama dengan melaksanakan 1 kebaikan.

Siapa orang yang mengkhatamkan Al-Qur’an 30 juz, insya Allah setiap doanya akan dikabulkan. Namun adakalanya dikabulkan doanya secara kontan, ada juga yang dikabulkannya nanti di akhirat.

Sabda nabi, 3 golongan tidak akan disepelekan haknya kecuali orang itu orang munafiq. Satu, pemimpi yang adil. Dua, yang rambutnya sudah beruban (lanjut usia). Tiga, orang-orang yang hafal Al-Quran.

Siapa orang yang mengkhatamkan Al-Qur’an di siang bolong, malaikat akan memintakan rohmat dan memintakan maaf untuk orang tersebut kepada Allah Swt sampai sore hari.

Siapa orang yang mengkhatamkan Al-Qur’an di malam hari, malaikat akan memintakan rohmat dan memintakan maaf untuk orang tersebut kepada Allah Swt sampai subuh.

Perumpamaan orang-orang mukmin yang suka membaca Al-Quran seperti buah yang harum dan rasanya enak, orang mukmin yang tidak mau baca Qur’an seperti buah kurma harum tapi tidak ada manis-manisnya.

Orang fajir (terus-terusan melakukan dosa besar) yang tidak mau baca Qur’an seperti buah batrawali, tidak harum dan rasanya pait. Orang yang fajir mau baca quran seperti buah yang wangi tapi rasanya pait.

Orang yang membaca Quran dengan suara yang pelan, seperti fahala shodaqoh yang tersembunyi. Orang yang membaca Qur’an denga suara keras seperti shodaqoh yang terlihat.

Sebaik baiknya membaca quran dengan suara nyaring, tapi membaca Qur’an dengan pelan itu lebih utama.

Malam Senin, 18 Ramadhan 1441 H.

Tulisan : Ayi Abdul Kohar

Komentari