Silaturahmi PCINU Sedunia XVI, KH Ir Solahuddin Wahid, PCINU Arab Saudi, PWNU Jabar, Jawa Barat
KH Ir Solahuddin Wahid saat memberikan sambutan dalam pembukaan Silaturahmi PCINU Sedunia XVI di Makkah.

Silaturahim Pengurus Cabang Istimewa (PCI) NU Sedunia XVI di Makkah, 29/8/’17, sukses terselenggara dihadiri ribuan nahdliyin yang sedang menunaikan ibadah haji. Acara ini nyaris seperti Muktamar NU, minus pemilihan pengurus baru, karena dihadiri pengurus NU dari tingkat PBNU hingga PCNU, bahkan MWC dan Ranting. Acara pembukaan dihadiri sejumlah ulama sepuh dan kharismatis seperti KH Maemoen Zubair, KH Shalahuddin Wakhid, KH Agoes Ali Masyhuri, KH. Musthafa Aqil Siraj, KH. Sofyan Yahya, KH. Bunyamin Ruhiat, KH. Abdullah Mukhtar, KH. Asep Saifudin Chalim, dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Silatarahmi kali ini mengusung tema, Konsistensi NU dalam Mengawal NKRI dan Perdamaian Dunia. Keberhasilan acara tahunan ini tak lepas dari kegigihan Ketua PCI NU Arab Saudi KH Ir Ahmad Fuad Abdul Wahab dan dukungan penuh Duta Besar Agus Maftuh Abegebriel.

Silaturahmi PCINU Sedunia XVI, PCINU Arab Saudi, PWNU Jabar, Jawa Barat
Ribuan nahdliyin yang sedang menunaikan ibadah haji, menghadiri Silaturahmi PCINU Sedunia XVI di Makkah. Foto: Enha.

NU sebagai jam’iyah diniyyah islamiyyah dikenal paling besar komitmennya terhadap eksistensi NKRI karena ajaran yang dianutnya selama ini,” ujar Menteri Lukman. “Ajaran pendahulu NU sangat relevan sebagai pondasi dalam membangun peradaban bangsa dan dunia. Ajaran tasammuh, tawasuth, tawazun, dan i’tidal semakin dibutuhkan,” jelasnya.

Sehubungan itu, Menag mengajak warga NU untuk terus aktif menebarkan Islam dengan kearifan.

Menyebarkan ajaran Islam Nusantara tidak perlu dengan cara menyalah-nyalahkan paham atau ajaran lain yang berbeda dengan kita. Tebarkan ajaran itu sesuai nilai NU itu sendiri,” tandasnya.

Usai pembukaan, acara dilanjutkan dengan diskusi panel. Tampil sebagai narasumber, antara lain Kiai Ahmad Ishomuddin, KH Yahya Cholil Tsaquf dan Dr Rumadi Ahmad.

Silaturahmi PCINU Sedunia XVI, PCINU Arab Saudi, K Ahmad Ishomuddin, PWNU Jabar, Jawa Barat
K Ahmad Ishomuddin saat memberikan paparan dalam Halaqah PCINU Sedunia XVI di Makkah. Foto: Enha.

NU tidak boleh dipimpin oleh tiga model orang ini. Pertama, orang yang tidak mampu. Kedua, orang yang tidak mau. Ketiga, orang yang sangat mau,” papar Rais Syuriyah PBNU Kiai Ishomuddin. “Idzaa wussidal amru ilaa ghoiri ahlihi fantadziris saa’ah, Apabila perkara diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah saat kehancuran,” tambahnya.

Sementara Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf meminta agar –ibarat bermain sepak bola– orang NU jangan ribut pada sudut-sudut sempit.

NU harus bisa memanfaatkan lebar lapangan. NU itu urusannya sudah mendunia bukan lagi pada pertengkaran di tingkat ranting dan cabang. Saat mau khidmah di NU harus ditanyakan pada diri sendiri, apa niat dan tujuannya?” tegas Kiai Yahya.

Ketua Lakpesdam PBNU Rumadi Ahmad menyampaikan kilas balik langkah-langkah taktis dan strategis NU di panggung nasional.

Kita bersyukur, NU selamat dari tikungan tajam terutama sejak politisasi Pilkada DKI,” ujarnya. “NU tidak terbawa arus apalagi saat sekarang ini ternyata aksi demo berjilid-jilid itu telah pecah kongsi karena berbagai kepentingan. NU berkali-kali selamat di tikungan tajam,” tambah Rumadi memberikan tamsil.

(Abdullah Alawi & Enha/NU Online & Santri Online)

Komentari