KH Aa Maulana, PCNU KBB, KH Hasan Nuri Hidayatullah, PWNU Jabar, Jawa Barat
Rais Syuriyah PCNU KBB KH Aa Maulana (kanan) dan Ketua PWNU Jabar KH Hasan Nuri Hidayatullah (tengah) pada saat konsolidasi PCNU KBB.

Konsolidasi PCNU KBB

Pengurus NU di tiap tingkatan diharapkan mulai beranjak dari bahtsul masail (membahas berbagai persoalan) ke tahlilul masail (mengurai persoalan). Khususnya persoalan yang terkait dengan hajat hidup nahdliyin. Tradisi bahtsul masailnya tetap dipertahankan, selanjutnya ditindaklanjuti dengan aksi nyata dalam mengurusi kebutuhan umat. Demikian poin utama pengarahan Ketua PWNU Jabar KH Hasan Nuri Hidayatullah dalam kunjungannya ke PCNU Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sabtu, 26/8/’17. Pertemuan konsolidasi itu dilaksanakan di kediaman Rais Syuriyah PCNU KBB KH Aa Maulana, di Cijenuk, KBB.

Mengutip Surah An-Nisa ayat 114 Gus Hasan mengingatkan bahwa pengurus NU harus melaksanakan tiga hal penting. Yaitu bersodaqoh (mengentaskan kemiskinan), berbuat ma’ruf (membangun sarana pendidikan), dan menjadi juru damai di antara sesama manusia.

Jika bersodaqoh kita belum mampu, menjadi juru damai juga belum bisa, maka tugas kedua untuk berbuat ma’ruf jangan sampai terhalangi,” tegas Gus Hasan. “Sekarang ini banyak tipuan dari berbagai pihak agar pengurus NU tidak bisa konsentrasi mengurusi organisasi,” tambahnya.

Gus Hasan memaparkan akibat konsentrasi yang terganggu itulah gerakan Wahabi, HTI dan kelompok-kelompok radikal lainnya menjadi besar dan kuat di Indonesia.

Ajengan Aa Maulana menyambut baik kehadiran Ketua PWNU di kediamannya. Secara singkat ia menjelaskan bahwa PCNU KBB mulai menata organisasi. Ia sangat senang dengan komitmen Gus Hasan yang secara tegas menyatakan tidak akan berpolitik praktis dalam perhelatan Pilgub 2018 dan Pemilu 2019.

Sikap Ketua PWNU Jabar ini membuat kami tenang dalam berkhidmah kepada umat,” ujar Ajengan Aa Maulana.

PCNU Kabupaten Bandung Barat, KH Hasan Nuri Hidayatullah, PWNU Jabar, Jawa Barat
KH Hasan Nuri Hidayatullah memeriksa pembangunan kantor PCNU KBB.

Sebelumnya Ketua PCNU KBB H Agus Mulyadi melaporkan perkembangan pembangunan kantor PCNU yang sudah mencapai 80 %.

Insyaallah pada akhir September 2017, kantor PCNU KBB sudah dapat digunakan,” papar Agus. “Lantai pertama untuk aula dan lantai kedua untuk ruang-ruang kantor. Nantinya semua lembaga dan Banom akan mempunyai meja dan ruangan sehingga dapat berkhidmah sesuai tugasnya masing-masing,” lanjutnya.

Pada bagian lain Gus Hasan kembali mengingatkan agar pengurus NU menjaga ukhuwwah nahdliyyah dan tidak lagi terpolarisasi akibat Konferwil atau Konfercab. Begitu pula dalam pilihan bupati atau gubernur, Ketua PWNU meminta agar perbedaan pilihan tidak mengganggu kekompakan dalam mengurus jam’iyyah.

(Iip Yahya)

Komentari