Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir
Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir.

Terdapat dua kunci berorganisasi dalam IPNU. Pertama, kader IPNU harus bermartabat. Kader IPNU harus mempunyai harga diri dan citra diri, dibuktikan dengan berperilaku ahlakul karimah. Kedua, kader IPNU harus bermanfaat. Hal ini bisa dibuktikan dengan mengasah kualitas kepribadian dan melatih bagaimana memecahkan masalah kepada anggotanya, serta dapat turut hadir di tengah-tengah masyarakat.

Demikian dikatakan oleh H. Dony Ahmad Munir selaku Bupati Sumedang periode 2018-2023, pada acara penutupan Latihan Instruktur (LATIN) IPNU angkatan II yang diadakan oleh PW IPNU Jawa barat di Bumi Perkemahan Cibolang, Cisarua, Sumedang, Minggu (30/8/’18).

Pria yang kini  menjabat sebagai ketua majelis IPNU Jawa Barat itu juga merasa bersyukur karena telah banyak belajar di dan dari IPNU. Menurutnya, IPNU adalah sebuah pondasi yang mampu membentuk karakter seseorang sehingga kelak akan dapat dipercaya oleh masyarakat untuk menjadi pemimpin.

“Alhamdulillah karena banyak belajar dan mengikuti pelatihan di IPNU, saya bisa seperti sekarang ini. Bagi saya, IPNU adalah sebuah pondasi yang telah membentuk karakter pribadi saya,” ungkapnya.

Sebagai organisasi pelajar, ia menghimbau kepada seluruh kader IPNU untuk bisa tampil berbeda dengan yang lainnya. “Jangan sampai ketika terdengar berita kasus tawuran dan narkoba, kader IPNU lah pelakunya. Tetapi ketika mendengar siapa yang mendapat penghargaan, siapa yang memberi kemaslahatan bagi masyarakat, maka kader IPNU lah yang mendapatkannya”, pesannya.

Selain itu, bupati  yang kini menjadi Pembina PC IPNU Kabpaten Sumedang ini juga mengibaratkan kader IPNU harus seperti magnet. Artinya kader IPNU harus mempunyai mimpi besar, karena mimpi besar akan menggerakkan seluruh potensi yang ada di tubuhnya.

“Mimpi besar itu ibarat magnet dan benda logam. Pasti magnet ini akan menarik seluruh benda logam. Itulah impian, akan menarik seluruh potensi untuk mencapainya,” jelasnya.

Di akhir penyampaian, tak lupa ia kembali berpesan kepada seluruh kader IPNU untuk senantiasa berniat ikhlas selama menghidupi IPNU. Pasalnya, menghidupi IPNU itu sama halnya dengan menghidupi NU.

(Abdul Mu’izz/PW IPNU)

Komentari