Ketua LD PBNU KH Agus Salim.
Ketua LD PBNU KH Agus Salim.

Ketua Lembaga Dakwah PBNU KH Agus Salim mengingatkan agar dalam menjalankan ibadah puasa tidak hanya menahan lapar, minum, dan bersetubuh, tetapi juga mengendalikan nafsu, seperti tidak menggunjing dan dengki. Karena menurut Kiai Agus, jika berpuasa, tapi masih mengumbar sifat-sifat tercela, menyebabkan hilangnya pahala puasa.

“Puasa itu tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tapi bagaimana kita mengendalikan nafsu, karena nafsu selalu mengajak kepada keburukan,” kata Kiai Agus saat mengisi pengajian menjelang buka puasa di Masjid An-Nahdlah Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Senin (6/5) sore.

Perintah untuk berpuasa sendiri, kata Kiai Agus, telah jelas termaktub dalam salah satu firman Allah, QS. Al-Baqarah: 183:  “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” Berdasarkan ayat tersebut, terlihat bahwa tujuan berpuasa ialah takwa.

“Inilah intinya puasa itu, agar kamu menjadi orang-orang yang bertakwa,” ucapnya.

Ia menjabarkan definisi takwa menurut sebuah Hadits, yakni hati yang selalu berhubungan dengan Allah. Secara syariat, katanya, takwa adalah menjalankan segala perintah dan menjauhi semua larangannya.

Sementara secara tarekat, sambungnya dengan mengutip hadits Nabi, takwa yaitu, tidak akan sampai seseorang sampai derajat takwa, sehingga hatinya senantiasa berhubungan dengan Allah. “Orang jika bertakwa, hatinya bertakwa, pasti lahiriyahnya juga akan selalu takwa kepada Allah,” ucapnya.

Sehingga ujungnya, jika seseorang mencapai derajat takwa, maka tidak ada lagi sifat-sifat tercela seperti menggunjing, mengadu domba, dengki, dan memfitnah.

(Husni Sahal/Muiz/NU Online)

Komentari