KARAWANG

Sedikitnya 20 santri terpilih dijajal untuk mempertajam dakwah di dunia maya. Prinsip berdakwah tidak berubah, namun instrumen bisa berganti.

“Tidak ada alasan untuk menggantikan dakwah. Berdakwah harus didasari dengan kebaikan,” kata Pemimpin Redaksi nujabar.or.id, Iip D. Yahya, di Pondok Peaantren Asshiddiqiyah Karawang, Rabu (17/1/2018).

Iip menuturkan laju komunikasi semakin cepat dan mengurangi muwajahah langsung (tatap muka). Media Sosial merubah banyak hal dalam pola komunikasi, ada manfaat-nya tapi banyak pula madlarrat-nya.

“Tetapi, mendapatkan ilmu dari media sosial tidak bisa megalahkan ngaji langsung kepada kiai/ulama,” ujar Iip.

Ajang pelatihan yang difasilitaai Sekolah Tinggi Agama Islam Ashshidiqiyah Karawang itu, menurut Iip, bisa menjadi penguatan literasi pondok pesantren.

Komentari