KH M Nuh Ad-Dawami, Rais Syuriyah, PWNU Jabar, Jawa Barat
Rais Syuriyah PWNU Jabar KH M Nuh Ad-Dawami.

Dalam perjuangan untuk mencapai derajat yang tertinggi menjadi hamba Allah (abdullah), setiap orang akan menghadapi gangguan dan rintangan, di antaranya dengan kemunculan kecewis. Kecewis adalah sihir jin yang tampak seperti anak kucing, karakternya suka menakut-nakuti orang ketika berjalan sendirian di malam hari. Demikian dipaparkan oleh Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat KH M Nuh Ad-Dawami dalam tausiyah Halal Bihalal, Jumat, 29 Juni 2018.

“Dalam menghadapi kecewis, jangan dirangkul dan jangan dipukul. Kalau dirangkul atau dipukul, dia akan jadi besar. Hadapi dengan membaca azan lalu biarkan, nanti akan hilang dengan sendirinya,” jelas Ajengan Nuh.

Dalam kehidupan berorganisasi, kecewis adalah gangguan yang sifatnya menginterupsi, mengalihkan perhatian para pengurus dari tugas-tugas pokoknya, datang baik dari internal maupun eksternal. Kecewis di internal NU itu seperti keberadaan NU Garis Lurus, sementara dari eksternal ialah kelompok-kelompok yang anti dengan amaliyah NU atau anti Islam Nusantara.

“Ketika kecewis muncul, jangan panik, sebab kepanikan akan menghilangkan konsentrasi. Juga jangan kalap, sebab itulah tujuan kemunculan kecewis, membuat kalap pengurus NU. Sebuah tim sepakbola yang awalnya hebat, karena panik dan kalap, bisa kalah dari tim yang tidak diunggulkan,” ujar Ajengan Nuh memberikan contoh.

Menurut Pengasuh Pesantren Nurul Huda Cisurupan itu, pengurus dan warga NU sudah punya Khittah 1926 yang harus dipegang teguh. Jika semuanya istikomah berpegang pada khittah tersebut, gangguan berbagai kecewis tidak akan berpengaruh.

Ajengan Nuh mengingatkan, berorganisasi itu seperti bermain sepak bola, harus bisa membuat goal dengan kerjasama antar-pemain. Para pengurus harus sadar posisi, siapa yang menjaga gawang, menjadi gelandang, dan penyerang.

“Kehebatan Gus Hasan sebagai ‘pembagi bola’ tidak akan terlihat di lapangan tanpa dukungan para pengurus yang lain,” tegas Ajengan Nuh.

Kesuksesan Pilkada Jabar yang baru saja usai, tanpa menimbulkan perselisihan di antara pengurus atau warga NU, antara lain karena keberhasilan mengantisipasi gerakan para kecewis ini.

(Iip Yahya)

Komentari