Pesantren Ramadan, GP Ansor KBB, PWNU Jabar, Jawa Barat
Pesantren Ramadan GP Ansor KBB di Aula SMA Al-Mukhtariyah Rajamandala Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.

Bulan Ramadan menjadi salah satu momentum terbaik untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Diantara prakteknya adalah dengan memperbanyak ibadah dan melakukan berbagai macam kegiatan-kegiatan positif.

Berangkat dari hal tersebut, Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Bandung Barat pada hari Senin (12/6/17) menggelar serangkaian kegiatan pesantren Ramadan untuk pelajar tingkat SMA.

Kegiatan yang bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang aswaja kepada pelajar tersebut digelar di Aula SMA Al-Mukhtariyah Rajamandala Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan tersebut diikuti oleh dua ratus orang peserta yang seluruhnya merupakan siswa-siswi SMA Al-Mukhtariyah Rajamandala, Cipatat.

Ketua Yayasan Al-Mukhtariyah Rajamandala, KH. Ayi Hanafiyah mengapresiasi kegiatan pesantren Ramadlan di SMA al-Mukhtariyah yang diinisiasi oleh GP Ansor Bandung Barat tersebut. Ia menilai penanaman faham aswaja sejak dini kepada para pelajar merupakan sebuah keharusan. Hal ini guna menghindari pengaruh faham-faham radikal maupun liberal yang menurutnya mulai tumbuh di masyarakat.

“Kita (para pelajar) penting sekali mempelajari dan memahami aswaja. Sebab ini (pemahaman aswaja) akan menjadi bekal bagi kita agar tidak terpengaruh oleh faham-faham radikal yang cenderung mudah menyalahkan, menyesatkan serta mengkafir-kafirkan. Termasuk diantaranya adalah faham-faham yang memicu munculnya aksi-aksi terorisme atas nama agama,” paparnya saat memberikan sambutan.

Selain itu, ketua PC GP Ansor Kabupaten Bandung Barat, Cecep Nedi Sugilar mengungkapkan harapannya kepada para peserta sanlat aswaja agar konsisten memegang faham ahlussunnah wal jamaah al-nahdliyah. Ia berpesan agar tidak mudah terpengaruh oleh faham-faham radikal. Sebab menurutnya, tidak sedikit para pelajar yang berlatar belakang aswaja menjadi berubah pemahamannya saat masuk perguruan tinggi. Hal ini disinyalir karena lemahnya pengetahuan Aswaja ketika dibangku sekolah.

Lebih Lanjut Cecep, mengemukakan, GP Ansor Bandung Barat akan menindaklanjuti pesantren Ramadhan ini dengan memfasilitasi hadirnya IPNU dan IPPNU di setiap sekolah-sekolah.

“Agar kedepannya kaderisasi Nahdliyyin di kalangan pelajar bisa lebih kuat,” ujar Cecep.

“Kami akan berkoordinasi dengan IPNU dan IPPNU agar di setiap sekolah kaderisasinya bisa berjalan lebih kuat. Insyallah Ansor akan turut membantu,” lanjutnya.

Kegiatan Pesantren Ramadlan ini sendiri berlangsung selama dua hari hingga hari selasa (13/6/17). Kegiatan ini menghadirkan pemateri dari Tim Aswaja Center Bandung Barat.**

(Rifkiyal/edi/pwansor Jabar )

Komentari